PEMBERDAYAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI TK KEMALA BHAYANGKARI METRO – Herawati (Metro)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

Rendahnya mutu lulusan

Meningkatnya pengangguran

Pembelajaran yang teroritik dan kurang memanfaatkan lingkungan

Prinsip Pembelajaran Berbasis Lingkungan

  • Tidak perlu mengubah sistem kurikulum yang berlaku
  • Menggunakan potensi wilayah sebagai sumber belajar
  • Menggunakan pendekatan Manajemen berbasis sekolah (MBS) dengan meningkatkan peranserta masyarakat dan dunia usaha.
  • Paradigma “school to work” dapat menjadi dasar semua kegiatan pendidikan di Taman Kanak-kanak.
  • Adanya motto : “Sederhana dalam sarana, tapi kaya tujuan ”.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Bagaimana mencapai tujuan pendidikan TK secara optimal dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di lingkungan internal dan eksternal sekolah ?

1.3.TUJUAN

  1. Ingin Memperkaya wawasan guru yang dapat mendorong peningkatan krativitas guru dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis lingkungan di TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang Metro.
  2. Ingin Memberdayakan lingkungan sekolah agar dapat dijadikan wahana untuk proses pendidikan TK dengan tetap memperhatikan isi silabus.
  3. Ingin Memperdayakan peran orang tua murid, masyarakat dan dunia usaha agar dapat berperan aktif dalam membantu proses pendidikan berbasis lingkungan di TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang Metro.

1.4. MANFAAT

  1. Dapat Memperkaya wawasan guru yang dapat mendorong peningkatan krativitas guru dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis lingkungan di TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang Metro.
  2. Dapat Memberdayakan lingkungan sekolah agar dapat dijadikan wahana untuk proses pendidikan TK dengan tetap memperhatikan isi silabus.
  3. Dapat Memperdayakan peran orang tua murid, masyarakat dan dunia usaha agar dapat berperan aktif dalam membantu proses pendidikan berbasis lingkungan di TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang Metro

2.1. TAHAPAN OPERASIONAL PELAKSANAAN

Peningkatan wawasan pengetahuan kepada guru untuk mendorong peningkatan kreativitas dalam proses pendidikan berbasis lingkungan dilakukan dengan tahapan operasional:

  • Penyediaan sarana dan fasilitas yang memadai Dilakukan kegiatan diskusi antarguru secara terjadwal dan insidentil
  • Penyusunan target sebagai pedoman.
  • reward and punishment system
  • Net working dengan sekolah sekitar
  • Kegiatan IHT
  • Lomba Tingkat Sekolah guru, murid dan walimurid

Pemberdayaan peran orang tua terhadap proses PBL dilakukan dengan tahapan operasional:

  • Pelaksanaan program sosialiasi program
  • Penerapan MBS
  • Pengenalan berbagai profesi pekerjaan orang tua kepada murid dan profesi lainnya kepada anak didik, seperti profesi Dokter dan Polisi yang diundang ke sekolah untuk menjadi Pembina upacara agar dapat memperkenal kepada anak didik tentang keberadaan, tugas, dan fungsi mereka bagi masyarakat.
  • Melibatkan peran orang tua yang mempunyai keahlian (skill)/pekerjaan tertentu untuk membantu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.

Pemberdayaan lingkungan sekolah sebagai wahana proses pendidikan dilakukan dengan tahapan operasional:

  • Pengadaan dan pengelolaan lahan pertanian untuk mendukung proses pendidikan kepada anak didik dengan cara :
  1. Mengenalkan kepada anak didik tentang berbagai jenis tanaman sayuran.
  2. Mengenalkan anak didik kepada berbagai proses penanaman dan pemetikan berbagai jenis sayur-sayuran.
  3. Memberi kesempatan kepada anak didik untuk membawa pulang sayuran yang telah dipetik agar dapat dimasak oleh orang tuanya di rumah
  • Menjalin kerjasama dengan puskesmas
  • Pengenalan nilai mata uang dan praktek jual beli di pasar, khususnya di Supermarket, dengan memberikan uang tabungan anak sebesar Rp 5.000 kepada setiap anak agar dapat dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan, dimana anak yang membayarkan sendiri uangnya dan diajarkan bertindak tertib untuk antri di kasir pembayaran.
  • Kunjungan dan pembelajaran murid ke lembaga-lembaga profesi, seperti kantor pos, telekomunikasi, kantor polisi, Bandar udara, stasion kereta api dan lain sebagainya.
  • Kunjungan ke kebun petani sayur di sekitar sekolah.

BAB II

PEMBAHASAN

2.2. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah

  1. Sesuai dengan arah pendidikan Nasional
  • Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, diperlukan adanya sarana
  • Ada beberapa kendala/hambatan yang dihadapi oleh TK Bhayangkari Metro dalam melaksanakan proses pendidikan, baik kendala yang berasal dari internal sekolah maupun eksternal sekolah
  • Penerapan KTSP yang memberi keleluasaan sekolah untuk mendapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi

2.3. Hasil Capaian atas Strategi yang Digunakan

  • Meningkatkan motivasi guru dalam mengembangkan PBL
  • Meningkatnya kreatifitas guru
  • Guru, Kepala Sekolah dan masyarakat cenderung lebih meningkat tanggung jawab dan kerjasamanya dalam mengelola pengajaran di sekolah.
  • Kurikulum pengajaran bisa lebih komprehensif dan mendapat masukan dan dukungan dari orang tua/wali murid.
  • Metode Pegajaran lebih variatif
  • Agar anak menemukan figur dan mengenali bakat dan potensinya
  • Anak dapat memahami kearifan lokal dan potensi ekonomi

2.4. Kendala dalam Melaksanakan Strategi yang digunakan

  • Masih adanya persepsi yang kurang tepat dari masyarakat yang menganggap bahwa TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang Metro adalah sekolah untuk anak anggota polri saja
  • Pemilihan dan penempatan guru pada TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang metro bukan dilakukan atas dasar prestasi atau untuk meningkatkan kinerja sekolah tapi lebih disebabkan karena alas an dari pada kekurangan guru atau tidak ada guru.
  • Bantuan pendidikan dari pemerintah melalui Bantuan Operasional Sekolah masih belum mencukupi untuk membiayai kegiatan pembelajaran di sekolah.
  • Sekolah tidak mempunyai tenaga Tata Usaha (TU) yang dapat menangani

2.5. Faktor-faktor Pendukung

  • Adanya semangat, kerjasama dan kebersamaan seluruh guru dan kepala sekolah dalam meningkatakan kinerja dan kualitas pengajar.
  • Adanya kesungguhan dari orang tua/wali murid untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan bagi program pengajaran, kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan pendidikan lainnya.
  • Adanya keluguan dan kesenangan dari masyarakat di lingkungan sekolah untuk membantu proses pengajaran di sekolah.
  • Di lingkungan sekolah terdapat lahan yang luas yang memungkinkan sekolah untuk mengelola tanaman sayuran dan praktek penanaman dan pemetikan sayur bagi anak didik.
  • Adanya dukungan dan bantuan dari organisasi profesi, dokter dan polisi, dalam memberikan pengertian tentang profesi pekerjaan kepada anak didik.
  • Adanya dukungan dari organisasi pasar, khususnya supermarket, untuk memfasilitasi pelaksanaan praktek jual beli bagi anak didik.

2.6. Alternatif Pemecahan Masalah

  • Melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah lainnya, serta tokoh-tokoh masyarakat dalam rangka meningkatkan kurikulum pendidikan dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui keikutsertaan dalam kegiatan belajar mengajar.
  • Menciptakan pola kerjasama pengembangan muatan kurikulum pendidikan berbasis lingkungan dengan berbagai lembaga profesi yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan, seperti bank-bank, polres, rumah sakit/puskesmas, dan kantor pemda. Dengan pola kerjasama tersebut, maka secara periodic sekolah dapat mengajak para anak didik untuk melakukan pengenalan profesi untuk meningkatkan pengetahuan mereka.
  • Mengadakan lomba menulis cerita tentang cita-cita yang diidamkan anak didik dimasa mendatang dan atau lomba menggambar tentang figure profesi yang diidamkan oleh anak didik.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

  1. Keterbatasan sarana dan pendanaan tidak selamanya menjadi faktor penghambat pelaksanaan PBL di TK Kemala Bhayangkari Metro
  2. Dengan program yang jelas PBL dapat memaksimalkan kinerja guru
  3. Murid lebih memahami dan merasa senang dengan konsep PBL
  4. Konsep PBL di TK Kemala Bhayangkari Metro sangat didukung oleh walimurid, masyarakat sekitar dan dinas terkait

3.2. SARAN

  • Pemberdayaan Lingkungan di TK Kemala Bhayangkari 24 Cabang Metro sangatlah perlu
  • Kerjasama antar sekolah, wali murid, masyarakat sekitar, organisasi profesi dan dinas terkait perlu di tingkatkan dalam mendukung dalam pelaksanaan program berwawasan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Dr.E.Mulyasa,M.Pd. (2006). Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Jakarata :PT Remaja Rosda Karya
  • Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar tahun (2006) pedoman Pendidikan beorientasi kecakapan Hidup Taman Kanak-Kanak.
  • Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: