Archive for Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Tahun 2008

Bahasa Anak – Komunikasi Anak dan Orang tua

Pernahkah Anda merasa putus asa mencoba mendidik anak Anda ? Pernahkah Anda merasa begitu jengkel mengapa anak Anda tidak mengerti maksud perkataan Anda sehingga yang bisa Anda lakukan sebagai jalan keluar adalah MEMBENTAKNYA ? MENGHUKUMNYA? MEMUKULNYA?

Dalam power point ini Anda akan menemukan RESEP RAHASIA komunikasi Anak dan Orang tua

Cakrawala pengetahuan kita akan dibukakan mengenai bahasa Anak sesungguhnya adalah bahasa kasih.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

OPTIMALISASI TUGAS DAN FUNGSI TAMAN KANAK-KANAK NEGERI PEMBINA 1 SEBAGAI TAMAN KANAK-KANAK PERCONTOHAN – Reni Syalvida (Palembang)

LATAR BELAKANG

Pendidikan TK sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 28, ayat 3 merupakan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal .

Taman Kanak-kanak Negeri Pembina 1 Palembang didirikan oleh pemerintah dengan harapan dapat menjadi model atau percontohan bagi TK lainnya di Propinsi Sumatera Selatan.

ž

PERMASALAHAN

ž Sampai pada awal tahun 2005 yaitu pada saat pertama kali penulis bertugas sebagai kepala sekolah dilembaga ini, sekolah ini belum dapat memenuhi fungsinya sebagai TK percontohan.

Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa hal :

  • Bidang kepemimpinan
  • Bidang pembelajaran
  • Bidang administrasi / manajemen
  • Bidang Pemberdayaan masyarakat

KAJIAN TEORI

ž PP 28 tahun 1990 Pasal 2 ayat 1

“kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”.

ž Depdiknas (2003:17)

menyatakan “kepala sekolah, guru dan masyarakat adalah pelaku utama dan terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah sehingga segala keputusan mengenai penanganan persoalan pendidikan pada tingkat mikro harus dihasilkan dari interaksi ketiga pihak tersebut”

ž

ž Gary Yukl dalam Syaiful Sagala (2006:146)

“ leadership is defined broadly as influence processes affecting the interpretation of events for followers, the choie of objectives for the group or organization, the organization of work activities to accomplish the objectives, the motivation of followers to achieve the objectives, the mantenance of cooperative relationships and teamwork, and the enlistment of support and cooperation from people outside the group or organization”

ž

artinya kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan menterjemahkan keinginan-keinginan para anggota atau pengikut yang menekankan pada tujuan dan sasaran organisasi melalui kegiatan memberi motivasi, memelihara hubungan kerjasama yang baik dengan anggota dan memberi dukungan pada kelompok-kelompok tertentu diluar dan di dalam organisasi.

ALASAN PEMILIHAN STRATEGI

ž

  • Bidang Kepemimpinan: visi dan misi, program kerja, pemberdayaan sumber daya dan sarana prasarana, pengawasan dan pembinaan.
  • Bidang Pembelajaran: meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, dan sarana prasarana.
  • Bidang Pemberdayaan masyarakat
  • Bidang Pemberdayaan masyarakat: perlu adanya dukungan dan peran serta masyarakat dan kerjasama dengan instansi terkait.
  • Bidang kewirausahaan: memberdayakan potensi yang ada, upaya menciptakan inovasi-inovasi
  • dibidang pembelajaran, promosi sekolah untuk dimanfaatkan pihak-pihak lain .

ž

HASIL YANG DICAPAI

  • Bidang kepemimpinan: tersusun visi dan misi program kerja, uraian tugas, dan program supervisi.
  • Bidang Pembelajaran: profesionalisme guru meningkat, guru-guru telah mengikuti program S1 PAUD, telah direalisasikan rehabilitasi dan renovasi gedung.
  • Bidang Manajemen: Administrasi telah dilengkapi dan dikelola dengan baik.
  • Bidang Pemberdayaan masyarakat: sudah terjalin partisipasi masyarakat dan instansi terkait
  • Bidang Kewirausahaan: tercipta inovasi pembelajaran dan telah berfungsi sebagai TK percontohan di provinsi Sumatera Selatan.

ž

KESIMPULAN

TK Negeri Pembina dapat menjadi TK percontohan apabila kepala TK, guru, komite TK, dinas pendididikan nasional, dan masyarakat dapat bekerja sama.

Mengetahui permasalahan sehingga dapat menentukan strategi dan langkah-langkah yang tepat.

REKOMENDASI

Untuk mewujudkan TK Negeri Pembina sebagai TK percontohan, diperlukan inovasi – inovasi dan pengembangan sumber daya dan sarana prasarana, untuk itu diharapkan kiranya pemerintah khususnya dinas pendidikan nasional dan departemen pendidikan nasional selalu memprogramkan pelatihan-pelatihan bagi kepala TK dan guru TK Negeri Pembina seluruh Indonesia dan memberikan bantuan baik berupa dana maupun sarana.

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi awal untuk pendidikan selanjutnya, oleh sebab itu diharapkan pemerintah dapat lebih memberikan perhatian kepada guru-guru TK dengan meningkatkan penghargaan / reward kepada guru-guru dan kepala TK yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan berprestasi.

LAMPIRAN

Leave a comment »

SEBUAH PENGALAMAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI – Drs. PIPIP R. Ek. (Bogor)

APA ITU KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI?

KS yang memiliki:

Kemampuan manajerial unggul

Kepribadian terpuji.

Wawasan pendidikan yang utuh untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Kemampuan memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

APA LATAR BELAKANG KEIKUTSERTAAN?

  • Mengembangkan Potensi Diri “bina hati, olah pikir, reka cipta jadi karya dalam memacu kinerja”
  • Motivasi diri “Apa yang direncanakan itu yang dilaksanakan sebagai evaluasi diri sendiri

DAYA DUKUNG

EKSTERNAL

  • Dukungan keluarga, guru, orangtua siswa, komite, dan masyarakat cukup besar

INTERNAL

Motivasi untuk aktualisasi diri

Keinginan kuat untuk menjadi motivator bagi siswa dan guru

HAMBATAN

Keterbatasan waktu

Kegiatan yang padat, konsentrasi tak terpusat

Ketidakstabilan semangat

BAGAIMANA PERSYARATAN?

  • Dokumen: Biodata, Portofolio Kinerja Prestatif, dan kelengkapan dokumen.
  • Karya Tulis dan Presentasi: tentang karya inovatif yang telah dilakukan
  • Tes Tertulis: Kepribadian, Wawasan Pendidikan, Kemampuan manajerial
  • Wawancara: kompetensi Kepala Sekolah

Apa yang termasuk Dokumen Biodata?

Keterangan Perorangan/Data Pribadi

Riwayat Pendidikan

Pendidikan dan Pelatihan

Riwayat Pekerjaan

Pengalaman :

a. Kunjungan ke Luar Negeri

b. Pertemuan Ilmiah (Simposium/Seminar)

Konfrensi

Keterangan Organisasi Profesi

Karya Akademik

a. Penelitian

b. Karya Tulis

Penghargaan / Tanda Jasa

Apa yang termasuk Portoflio Kinerja Prestatif?

Prestasi Belajar Siswa yang Dilihat dari Hasil UAN dan UAS.

Prestasi Siswa dalam Mengikuti Lomba seperti : Olympiade MIPA dll.

Prestasi Sekolah dalam bidang Olahraga

Prestasi Sekolah dalam bidang Kesenian

Prestasi Sekolah dalam bidang Lain-lain (ekstrakurikuler)

Prestasi Guru

Prestasi Sekolah dalam bidang Sosial, Keindahan dan Kebersihan.

Prestasi Sekolah dalam bidang Inovasi Pembelajaran

Penerbitn Sekolah (Mading, Buletin, dll)

Akreditasi Sekolah

Kerjasama yang sudah Dilakukan

Prestasi dalam Penerapan Manajemen Sekolah

Kesempatan Guru dalam Mengembangkan Profesi dan Karir

Pengalaman Jabatan

Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kondisi Geogrfis dan Topografis serta Sosial Sekolah.

Dukungan Pemda, Komite, dan Masyarakat

Proses Penilaian

Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap 4 komponen yaitu :

  1. Berkas Tertulis (Dokumen berupa biodata, portofolio kinerja prestatif dan Karya Tulis)
  2. Tes Tertulis (Kepribadian, Wawasan Kependidikan, Keampuan Manajerial)
  3. Presentasi (Menggunakan LCD, Komputer dilanjutkan tanya jawab)
  4. Wawancara dilakukan secara perorangan oleh tim juri.

Keberhasilan

KS Berprestasi I Tk. Kecamatan

* Peserta 42 KS

* SK dan Piagam Camat

KS Berprestasi I Tk. Kota

* Peserta 6 KS dari enam Kecamatan

* SK dan Piagam Walikota.

KS Berprestasi I Tk. Propinsi

* Peserta 26 KS dari 26 Kab/Kota

* SK dan Piagam Gubernur, Piala, Hadiah, Umroh

KS Berprestasi I Tk. Nasional

* Peserta 32 KS dari 32 Propinsi

* SK dan Piagam Mendiknas, Piala, Hadiah

STRATEGI MENUJU KS BERPRESTASI

Motivasi diri

Awali dengan Do’a, akhiri dengan Do’a

Melawan kemalasan

Komitmen untuk meraih prestasi

Giat membaca referensi pendidikan

MENGAPA PERLU STRATEGI?

Keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.

Keberhasilan memerlukan keseriusan

Fisik dan mental tidak selalu dalam kondisi prima

MANFAAT

Bagi kepala sekolah

  1. Kepercayaan diri
  2. Penghargaan
  3. Kehormatan
  4. Pengalaman
  5. Kebermanfaatan
  6. Persaudaraan
  7. Finansial

Bagi sekolah

  1. Kebanggaan
  2. Pengembangan
  3. Motivator
  4. Promosi

Bagi Peserta Konferensi

…motivasi…

Lampiran

Leave a comment »

KREATIVITAS SISWA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT DAN MINAT DALAM KEGIATAN SABTU CERIA PADA TK NEGERI PEMBINA ALAS – NURNIAH, S.Pd. (NTT)

Rasional

—

Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003

karakteristik khusus peserta didik di taman kanak-kanak .

Layanan pendidikan yang lebih bersifat alamiah, memiliki nilai rekreatif, mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan anak, serta memperkuat pribadi anak sejalan dengan kedudukannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Kegiatan Sabtu Ceria telah dilakukan selama dua tahun dan terbukti sangat mendukung peningkatan kualitas siswa baik secara akademik maupun non akademik.

Permasalahan

Bagaimana bentuk layanan pendidikan yang bercirikan pengembangan bakat, minat, dan kemampuan yang bersifat kreatif, rekreatif, aktif, dan menyenangkan?

Strategi Pemecahan Permasalahan

“Strategi Kemitraan Partisipatif “

Makna Sabtu Ceria

Untuk Guru

— Seimbang

— Amanah

— Benar

— Terpelihara

— Ulet dan Unggul

Untuk Siswa

— Cekatan

— Energik

— Riang dan Gembira

— Inovatif

— Aktif dan Kreatif

Dampak Kegiatan

—

  • Siswa menampakkan motivasi tinggi untuk mengikuti program layanan pendidikan di sekolah;
  • Siswa menjadi hidup gembira dan ceria dimana anak-anak dapat memperkuat hubungan dengan sesama teman , dan meningkatkan komunikasi dengan para guru;
  • Siswa mendapat perhatian dari guru dalam berbagai aktivitas mereka seperti berkomunikasi, mendemonstrasikan kemampuan.
  • Guru memperoleh kemudahan dalam memahami peserta didik sehingga masalah masalah Siswa dapat diatasi dengan segera; misalnya; masalah penyesuaian diri; masalah pergaulan dengan teman-teman; dan masalah-masalah emosi lainnya.
  • Para orangtua Siswa merasa senang karena kegiatan memberikan motivasi kepada anak; dan para orangtua pun banyak belajar dari cara-cara guru dan anak-anak berinteraksi dan berkomunikasi dalam beragam aktivitas. Orangtua dapat mendukung pendidikan bagi anak-anak mereka ketika anak-anak itu telah kembali berada di rumahtangga;
  • Minat masyarakat untuk memasukkan putra putrinya ke Taman kanak-kanak semakin tinggi; khususnya ke TK Pembina; sehingga jarak TK Pembina yang agak jauh. Ini berarti bahwa upaya membangun citra positif lembaga pendidikan telah berhasil

Kendala yang Dihadapi

—

  1. Untuk melaksanakan kegiatan memerlukan dana yang cukup besar terutama untuk kegiatan yang bersifat khusus / memerlukan peralatan; sedangkan sumber dana sangat terbatas. Kendala ini dapat diatasi dengan memacu semangat dan kreativitas guru.
  2. Jarak antara TK dengan pemukiman penduduk agak jauh sehingga kerap kali ada saja peserta didik yang terpaksa tidak hadir disebabkan kendala kendaraan dan atau kendala kegiatan orangtua.

Faktor Pendukung

—

  1. Para guru sangat antusias mengisi kegiatan; dan mereka memiliki daya kreasi yang baik dalam merancang kegiatan;
  2. Lingkungan sekolah yang cukup luas memungkinkan untuk melaksanakan kegiata dengan baik;
  3. Para pembina pendidikan di Kecamatan Alas sangat mendukung kegiatan ini;

Alternatif Pengembangan

—

  • Memperkaya mode kegiatan yang dapat ditampilkan / diterapkan berupa permainan atau aktivitas edukatif lainnya;
  • Memperluas jangkauan penggunaan melalui proses sosialisasi ke TK lainnya

Simpulan

—

  1. Kreatifitas Siswa dalam mengembangkan bakat dan minat merupakan yang efektif dalam mengembangkan program dan kegiatan pendidikan.
  2. Kepemimpinan kepala sekolah dan semangat pengabdian para guru merupakan factor-faktor utama dalam mewujudkan kreatifitas siswa bagi pengembangan sekolah.
  3. Kepala sekolah, guru, orangtua, serta stakeholder pendidikan lainnya merupakan sumber daya yang tersedia dan siap untuk masuk dalam strategi kemitraan partisipatif karena pada hakekatnya layanan dan upaya pendidikan anak adalah tanggungjawab bersama.
  4. Program dan kegiatan SABTU CERIA Sangat kaya dengan aktivitas fisik maupun psikologis sehingga sangat efektif untuk menumbuhkembangkan Bakau, minat, kreativitas, dan kemampuan anak-anak, dan kegiatan ini sangat fleksibel dan terbuka untuk pembaruan dan pengayaan.
  5. Makna konotatif SABTU CERIA mengandung semangat dan motivasi kuat bagi guru dan siswa; yaitu SABTU berarti Seimbang, Amanah, Benar, Terpelihara, dan Ulet unggul; sedangkan CERIA berarti Cekatan, Enerjik, Riang kembira, Inovatif, dan Aktif kreatif.

Rekomendasi

—

  1. Strategi Kemitraan Partisipatif merupakan konsep strategi dalam kepemimpinan pendidikan yang perlu diperluas penerapannya di setiap lembaga pendidikan melalui kebijakan pemerintah yang tersedia.
  2. Dapat diterapkan di seluruh lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak.
  3. Kepada pemerintah direkomendasikan agar pengembangan layanan pendidikan prasekolah/Taman Kanak-kanak mendapat perhatian yang seimbang seperti halnya pendidikan dasar..

Leave a comment »

PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI TK AISYIYAH 2 KOTA PAREPARE – MULIATI S.Pdi (Parepare)

LATAR BELAKANG

Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang keberadaanya sangat esensial di sekolah. Keefektifan suatu sekolah dalam menggapai visi, mengemban misi, dan menjalankan aktivitas pendidikan

mempersyaratkan adanya seorang kepala sekolah yang efektif, yaitu seorang kepala sekolah yang mampu mengelola sumber daya manusia maupun non-manusia secara efektif dan efisien.

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana peranan kepala TK sebagai EMASLEC (Educator, Motivator, Administrator, Supervisor, Leader, Enterpreneur, Climator maker) dalam mengelola sekolah dengan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah?

TUJUAN

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

  1. Untuk memenuhi salah satu pensyaratan mengikuti seleksi pemilihan Kepala sekolah berprestasi tingkat Kota Parepare.
  2. Memperoleh pengetahuan tentang strategi yang digunakan oleh seorang kepala sekolah sebagai EMASLEC (Educator, Motivator, Administrator, Supervisor, Leader, Entrepreneur, Climator maker) dalam mengelola sekolahnya dengan menggunakan manajemen berbasis sekolah.

MANFAAT

  • Bagi kepala sekolah, makalah ini bermanfaat untuk menambah wawasan keilmuannya dan meningkatkan keterampilannya mengelola sekolah dan seluruh sumber daya yang dimilikinya serta dengan mengetahui manajemen berbasis sekolah maka ia dapat menerapkan dalam pengelolaan sekolah yang dipimpinnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Bagi penulis, menambah wawasan atau pengetahuan tentang cara penulisan makalah.

KAJIAN TEORI

Manajemen berbasis sekolah (MBS) sebagai terjemahan dari School Based Management, adalah suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk me-redisain pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, orang tua siswa, dan masyarakat. Manajemen Berbasis Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan dengan memindahkan otoritas dalam pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap yang berkepentingan di tingkat lokal (lokal stakeholder)(Chapman, J, 1990).

Dinas Pendidikan telah menetapkan bahwa kepala sekolah harus mampu melaksanakan pekerjaannya sebagai edukator; manajer; administrator; dan supervisor (EMAS). Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, kepala sekolah juga harus mampu berperan sebagai leader, entrepreneur, motivator, dan climator maker. Dengan demikian dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah harus mampu berfungsi sebagai edukator, motivator, administrator, supervisor, leader, entrepreneur, dan climator maker (EMASLEC) (Mulyasa, 2007).

EMASLEC

Educator,

Motivator,

Administrator,

Supervisor,

Leader,

Entrepreneur,

Climator Maker

Kepala Sekolah Sebagai Educator (Pendidik)

Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesional tenaga kependidikan di sekolahnya.

Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga sekolah,  memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik, seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi (acceleration) bagi peserta didik yang cerdas di atas normal.

Kepala Sekolah sebagai Motivator

Sebagai motivator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar.

Kepala Sekolah sebagai Administrator

Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah.

Kepala sekolah sebagai Supervisor

Oleh karena itu, salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor, yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Sergiovani dan Starrat dalam Mulyasa (2007) mengemukakan bahwa supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari disekolah; agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada orang tua peserta didik dan sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.

Kepala sekolah sebagai Leader

Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan tenaga kependidikan , membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas.

Kepala sekolah sebagai Entrepreneur

Kepala sekolah sebagai entrepreneur harus mampu memiliki berbagai macam keahlian yang keahliannya itu dapat diteruskannya kepada orang-orang yang dipimpinnya.

Kepala sekolah sebagai Climator Maker

Kepala sekolah sebagai Climator maker harus mampu menyusun berbagai rencana kerja yang kemudian menuangkan dalam bentuk perangkat kerja yang dilaksanakan dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan. Iklim yang kondusif akan membantu terwujudnya stabilitas kerja yang tinggi yang pada akhirnya pencapaian berbagai rencana kerja yang telah disusun sebelumnya menjadi lebih efektif dan efisien.

Comments (1) »

Peningkatan Profesionalitas Guru Untuk Membangun Brand Image TK Plus Al-Kautsar Malang melalui Strategi Wawasan Kommotiv – Dra. Mufathonah, M.KPd (Malang)

GURU PROFESIONAL YANG DIHARAPKAN

  • Guru Profesional memiliki:

Bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme

Komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan

Kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidikan

Tanggunggung jawab atas tugas keprofesionalannya. (Pasal 7 dan 8 UURI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen)

  • Guru yang berstandar kualifikasi akademik pendidikan (guru anak usia dini) minimum D-IV atau S1. (Pasal 29 PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan)
  • Guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. (Pasal 4 UURI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen)

KONDISI RIEL YANG DIHADAPI TK PLUS AL-KAUTSAR TAHUN: 2005/2006

  • Guru yang dimiliki 19 orang dan hanya 9 orang saja yang memenuhi syarat kelayakan mengajar
  • Tuntutan masyarakat tentang pendidikan yang bermutu
  • Tingkat kompetitif yang tinggi pendidikan anak usia dini di Malang

PERMASALAHAN

  • Bagaimana peningkatan profesionalitas guru untuk membangun brand image TK Plus Al-Kautsar melalui strategi “wawasan kommotiv” ?
  • Dampak apakah yang diperoleh setelah dilakukan peningkatan profesionalitas guru melalui strategi “wawasan kommotiv” ?

STRATEGI PEMECAHAN MASALAH

Deskripsi Strategi

Menggunakan strategi “Wawasan Kommotiv”.

Tahapan Operasional Pelaksanaan

Tahapan pra pelaksanaan

Tahapan sosialisasi

Tahapan pelaksanaan program

DAMPAK / HASIL YANG DICAPAI

No

Uraian

Hasil

Sebelum

Sesudah

1.

Akreditasi

Akreditasi B

Akreditasi A

2.

Kompetensi guru

S2 : 0

S1 : 7

Proses S1 : 2

PGTK : 10

S2 : 1

S1 : 8

Proses S1 : 9

PGTK : 1

3.

Waktu Pendaftaran Penerimaan murid baru

2 minggu -1 bulan

2 minggu- 1minggu

1 minggu

2 minggu-1 minggu

1 minggu

3 hari

4..

Out Put:

SD Negeri Unggulan

MIN

SD Islam Unggulan

SD Biasa

20%

20%

20%

40%

30%

30%

30%

10%

5.

Persiapan Mengajar

60%

99%

6.

Kemampuan berkomunikasi guru dan siswa

Cukup

Baik

7.

Prestasi Siswa dalam lomba

7 Medali-12 Medali

20 Medali

KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI

Kesimpulan

  • Dengan strategi “wawasan kommotiv” upaya peningkatan profesionalitas guru memiliki makna yang sangat strategis.
  • Dampak yang dicapai dari implementasi strategi “wawasan kommotiv” di TK Plus Al-Kautsar dalam peningkatan profesionaltas guru adalah semakin meningkatnya:

Kemampuan/kompetensi guru dalam pembelajaran

Mutu Out put/prestasi peserta didik dalam pengembangan bakat minat

Brand image terhadap TK Plus Al-Kautsar

Saran/Rekomendasi

  • Bagi pengelola pendidikan, perlunya membangun sistem seleksi dan rekrutmen dan meningkatkan “wawasan kommotiv” .
  • Bagi pengambil kebijakan, perlunya “wawasan kommotiv” untuk menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun pembuatan kebijakan.

Leave a comment »

UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM AREA SAIN / PENGETAHUAN BERHITUNG DI TK PGRI TANJUNG PAUH KECAMATAN KELILING DANAU KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI – Hj. Marnis, S.Pd

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan proses awal pendidikan bagi anak-anak diluar lingkungan keluarganya. Hasil dari proses pendidikan ini ikut mewarnai sikap mental dan motivasi anak dalam melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya, oleh sebab itu lembaga pendidikan Taman-kanak (TK) beserta personil pengelola dan tenaga pengajar guru pembinaannya perlu mendapat perhatian atau prioritas agar kualitas hasil pendidikan dapat ditingkatkan yaitu berupaya motivasi yang tinggi bagi anak didik untuk melanjutkan pendidikannya mengejar ilmu menjadi suatu kebutuhannya.

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di TK metode mengajar memegang peranan yang sangat penting di dalam upaya menyampaikan materi bahan pada anak didik, salah satu metode mengajar adalah metode pemberian tugas, bercerita, dan dengan menggunakan alat peraga dengan tujuan melatih daya tanggap, melatih daya konsentrasi, membantu fantasi, menciptakan suasana senang dalam kelas, dan yang lebih utama adalah memupuk cinta akan belajar yang dapat berkembang kearah minat dan membantu kematangan untuk belajar anak.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis memilih salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengajar, yaitu “UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM AREA SAIN / PENGETAHUAN BERHITUNG DI TK PGRI TANJUNG PAUH KECAMATAN KELILING DANAU KABUPATEN KERINCI PROPINSI JAMBI”.

  1. Permasalahan

  • Anak kurang mengenal konsep bilangan sama dan tidak sama, lebih dan kurang, banyak dan sedikit.
  • Anak kurang mengenal benda yang ada disekitar berdasarkan bentuk geometri.
  • Anak kurang bisa mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Misalnya mengelompokkan menurut warna, mengelompkkan menurut bentuk, mengelompokkan menurut ukuran.
  • Anak kurang mengenal penambahan dan pengurangan 1 s.d 10 dengan menggunakan benda-benda.
  • Anak kurang bisa memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua sampai tiga pola yang berurutan. Misalnya: merah, putih, biru, merah, putih, biru, merah.
  • Anak kurang bisa menyebutkan sebanyak-banyaknya benda yang ada disekitar berdasarkan kasar, halus, berat, berat, ringan, besar, kecil, panjang, pendek, tinggi, rendah.
  • Anak kurang bisa mencoba dan menceritakan apa yang terjadi, jika:

o Warna dicampur

o Biji ditanam

o Balon ditiup lalu dilemas

o Benda-benda dimasukkan ke dalam air

o Benda-benda dijatuhkan, dll

  1. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH

  • Mengenalkan konsep bilangan sama dan tidak sama, lebih dan kurang, banyak dan sedikit.
  • Menyebutkan sebanyak-banyaknya benda yang ada disekitar berdasarkan bentuk geometri.
  • Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Misalnya mengelompokkan menurut warna, mengelompkkan menurut bentuk, mengelompokkan menurut ukuran.
  • Mengenal penambahan dan pengurangan 1 s.d 10 dengan menggunakan benda-benda.
  • Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua sampai tiga pola yang berurutan. Misalnya: merah, putih, biru, merah, putih, biru, merah.
  • Menyebutkan sebanyak-banyaknya benda yang ada disekitar berdasarkan kasar, halus, berat, berat, ringan, besar, kecil, panjang, pendek, tinggi, rendah.
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi, jika:
  • Warna dicampur
  • Biji ditanam
  • Balon ditiup lalu dilemas
  • Benda-benda dimasukkan ke dalam air
  • Benda-benda dijatuhkan, dll
  • BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Tujuan pemilihan strategi pemecahan masalah

    • Sebagai acuan bagi guru dalam memilih strategi pembelajaran di Taman Kanak-kanak.
    • Sebagai acuan bagi tenaga kependidikan lainnya dalam merencanakan dan melaksanakan pembinaan kepada guru dalam memilih strategi pembelajaran Taman Kanak-kanak
    • Membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap yang diharapkan dicapai meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik motorik dan seni.
    • Menyiapkan anak masuk ke jenjang pendidikan dasar.

    B. Hasil atau Dampak yang Dicapai dari Strategi yang Dipilih

    • Anak dapat mengenal konsep bilangan sama dan tidak sama, lebih dan kurang, banyak dan sedikit.
    • Anak dapat mengenal benda yang ada disekitar berdasarkan bentuk geometri.
    • Anak bisa mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Misalnya mengelompokkan menurut warna, mengelompkkan menurut bentuk, mengelompokkan menurut ukuran.
    • Anak dapat mengenal penambahan dan pengurangan 1 s.d 10 dengan menggunakan benda-benda.
    • Anak bisa memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua sampai tiga pola yang berurutan. Misalnya: merah, putih, biru, merah, putih, biru, merah.
    • Anak bisa menyebutkan sebanyak-banyaknya benda yang ada disekitar berdasarkan kasar, halus, berat, berat, ringan, besar, kecil, panjang, pendek, tinggi, rendah.
    • Anak bisa mencoba dan menceritakan apa yang terjadi, jika:

    · Warna dicampur

    · Biji ditanam

    · Balon ditiup lalu dilemas

    · Benda-benda dimasukkan ke dalam air

    · Benda-benda dijatuhkan, dll

    C. Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Melaksanakan Strategi yang Dipilih

    • Kesulitan dalam mengembangkan seluruh kemamuan yang dimiliki anak.
    • Kesulitan dalam mengenalkan anak dengan dunia sekitar
    • Kesulitan dalam mengembangkan sosialisasi anak
    • Kesulitan dalam mengenalkan peraturan-peraturan dengan menanamkan disiplin
    • Kesulitan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk menikmati masa bermainnya.
    • Kesulitan dalam memberikan contoh kepada anak bermain sambil belajar, belajar seraya bermain.

    D. Faktor-faktor Pendukung

    1. Alat-alat peraga dan alat bermain dipersiapkan dengan tujuannya dan bersifat memberi pengertian menjelaskan konsep
    2. Alat-alat peraga dan alat bermain mendorong kreativitas anak, memberi kesempatan bereksperimen (mengadakan percobaan dan bereksplorasi serta menemukan sendiri).
    3. Alat-alat peraga dan alat bermain menarik dan menyenangkan, yang dapat digunakan secara individu dan kelompok serta memenuhi unsur keindahan dan kerapian.
    4. Alat-alat peraga dan alat bermain tersebut dapat melibatkan penggunaan panca indera sebanyak mungkin dan bahan murah didapat dan sedapat mungkin diambil dari lingkungan sekitar.
    5. Alat-alat peraganya dan alat bermain sesuai dengan ukuran ketelitian yang jelas.
    6. Pembuatan program pembelajaran sudah direncanakan
    7. Anak aktif belajar seraya bermain di bawah pimpinan guru.

    E. Alternatif Pengembangan

    1. Perkembangan Fisik

    a. Pertumbuhan fisik

    b. Perkembangan motorik/gerakan

    2. Perkembangan Kecerdasan

    a. Tahapan praoperasional

    Tahapan praoperasional merupakan tahapan yang kedua dari proses perkembangan kognitif, yaitu pemikiran yang bersifat prakonseptual. Tahapan ini berada diantara tahapan usia dua dan tujuh tahun yaitu tahapan pemikiran praoperasional dimana memiliki ciri adanya fungsi simbolik, egosentrisme, animisme, artifisialisme dalam proses penalaran.

    b. Perkembangan konsep pengertian

    Perkembangan kemampuan melakukan persepsi seorang anak sangat dipengaruhi perkembangan pengertian/konsep diri anak pada tahapan prasekolah ini. Persepsi merupakan aktivitas yang memungkinkan anak untuk mengenal dan menginterprestasikan inforamasi/penjelasan dari lingkungannya. Misalnya seorang anak akan mengembangkan kemampuannya mengenal berbagai pengertian/konsep seperti bentuk, ukuran, keruangan yang kelak akan membantu anak dalam mengenal lingkungannya secara lebih mendalam dan luas.

    c. Bahasa pada awal masa anak-anak

    Umumnya anak-anak usia prasekolah menunjukkan perkembangan bahasa yang sangat pesat, ia mampu membuat kalimat yang benar dan baik, perbendaharaan kata sangat meningkat dan ia mampu membuat kalimat tanya jawab. Pada tahap ini anak prasekolah umumnya memperoleh kesempatan untuk berasosialisasi baik dengan teman seusianya maupun dengan orang dewasa lain dari sekedar keluarga sendiri. Anak mendapat kesempatan untuk bertanya jawab, menyanyi atau menghafal suatu syair atau doa-doa.

    d. Perkembangan emosi anak

    Reaksi emosi dan ekspresi anak menjadi akan terdefensiasi sejak anak memasuki tahapan prasekolah. Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan perkembangan emosi yang disebabkan beberapa hal: karena meningkatnya perkembangan kognitif anak. Dengan meningkatnya perkembangan kognitif anak memungkinkan anak lebih mampu mengendalikan emosi dan mengekspresikan perasaan secara lebih rinci. Bila kecewa, anak tidak hanya menangis tetapi dapat menyampaikan melalui kata-kata.

    BAB III
    KESIMPULAN

    A. Rumusan Simpulan secara Lugas dan Cermat

    • Dengan menggunakan metode sistem Area Sain/ pengetahuan berhitung di Taman Kanak-kanak PGRI Tanjung Pauh Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dapat meningkat, hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian evaluasi .
    • Penerapan metode pemberian sistem Area Sain/ pengetahuan berhitung tepat dan mudah dipahami serta dimengerti oleh anak untuk meningkatkan prestasi hasil belajar.
    • Peranan guru dalam proses era globalisasi dan informasi mengharuskan adanya pembinaan dan peningkatan kualitas yang terus-menerus sehingga dapat menghadapi dan mengantisipasi setiap perubahan dan tantangan yang akan terjadi.
    • Beberapa usaha yang dilakukan guru antara lain ádalah pelaksanaan pembelajaran yang baik dan peningkatan mutu guru serta pembinaan pendidikan prasekolah yang relevansi terhadap pendidikan

    B. Rumusan Rekomendasi Operasional untuk Implementasi Temuan

    • Guru sebaiknya menggunakan metode pemberian tugas pada sistim Area Sain/ pengetahuan berhitung di Taman Kanak-kanak PGRI Tanjung Pauh Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi terutama pada pembelajaran berhitung supaya tercapai hasil yang optimal.
    • Untuk orang tua anak hendaknya memberikan bantuan kepada anak-anaknya untuk mengembangkan kemandiriannya dalam pekerjaan.
    • Meningkatkan kerja sama dengan orang tua, guru, masyarakat dan dengan lingkungannya.
    • Orang tua harus memberi motivasi dan dorongan dalam mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru.
    • Perlu ditingkatkan kualitas tenaga kependidikan melalui pelatihan-pelatihan

    Comments (2) »

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.